hei, aku punya pertanyaan. terserahlah siapa yang akan menjawabnya.
bisakah kita mati karena sakit menusuk yang terasa di hati?
23 November 2010
pertanyaan
hei, aku punya pertanyaan. terserahlah siapa yang akan menjawabnya.
bisakah kita mati karena sakit menusuk yang terasa di hati?
bisakah kita mati karena sakit menusuk yang terasa di hati?
eh eh, sebenarnya aku agak gak enak gitu buat entri baru, pas lihat di dasbor, jumlah posting aku semuanya 123, ih seru aja ngeliatnya. hehehe.
akhir2 ini, banyak kejadian nyebelin terjadi, salah satunya tragedi ujian OMPE aku.
ngebetein bgt deh.
here is the story.
dimulai dengan kejadian di hari jumat yg cerah, dimana aku biasanya libur dengan tenang, dosen mengajak kuliah OMPE buat mencukupkan absensi. datanglah aku kucluk2. disana, bapak itu ngebahas apa aja yang katanya bakal keluar di ujian, katanya yang keluar itu sesuai ma contoh soal yg kita buat, malah bapak itu sampe nyebutin, ini yg bakal keluar, ini gak. trus jg dibilangin, bapak tu ngambil bahan ujian dari buku perilaku organisasi.
tenang kan gue?
bahan ujian ada, kisi-kisinya ada. dan waktu pun berlalu.
dimalam sebelum ujian, aku udah bela2in baca tuh buku perilaku organisasi sampe tamat,baca soal2.
tenanglah pokoknya buat ujian besoknya.
tapi apalah daya, aku cuma bisa berencana, pak dosenlah yang nentuin soal yg keluar.
and u know what? Soal yang keluar semua MANAJEMEN!!!!
yg bahkan belum dibahas, gak ada juga disilabus.
mata kuliah nya apa Organisasi, Perencanaan Manajemen Evaluasi.
nah, yg dibahas sebelum uts itu apa? organisasi. yang keluar di ujian apa? manajemen.
kesel? gak aku NGAMUK!!!!
masalahnya aku belajar sodara-sodara, dan orang yg kenal bgt sama aku pasti tau kenapa aku kesel banget.
aku yg jarang banget belajar, sekalinya belajar karena pengen dapat nilai A, eh malah kayak gitu yang terjadi.
seharian marah2 aja kerjaan aku.
malah sempat berkhayal kalo aja yg ditangan aku itu pisau, udah aku lempar tuh. hehehe.
keluar deh khayalan mantan pembunuhnya.
hehehe.
18 November 2010
baru dibilangin
baru aja dibilangin, aku udah jatuh lagi, terpuruk lagi.
impian yang udah selangkah didepan mata, harus hancur lagi.
rasanya kayak ngebuat istana dari kartu, pas udah selesai fondasinya, robohlah dia.
hiks.sedih.
harus mulai semuanya dari awal lagi.
kehilangan orang yg dianggap sepaham, my partner in crime.
yaah, we dont share the same dream anymore.
hhhh. dia udah dewasa.
aku bilang gini loh kedia
"tau gak, apa perbedaan anak-anak dengan orang dewasa?"
"apa?"
"anak-anak membuat impian mereka terdengar sederhana.membuat mimpi mereka terasa bisa dijangkau. sementara orang dewasa membuat impian mereka rumit dan membuat berbagai cara yang mereka sebut perencanaan untuk mewujudkan mimpi mereka. untuk kemudian menyadari bahwa impian mereka terlalu muluk dan sulit dicapai. kemudian mereka merendahkan impiannya sedikit demi sedikit, menuju titik yang mereka sebut realistis."
"........"
kereeeen. kadang-kadang aku heran dan takjub sama kata-kata yang keluar dari mulutku sendiri,
soalnya kadang-kadang otak sama mulut aku gak sinkron, mulutku suka bilang kata-kata yang aku sendiri kaget sama apa yang dibilangnya. sering terjadi, aku nyuruh orang ngulang apa yang aku bilang sebelumnya, bukan karena aku mau ngecek mereka nyimak, tapi karena aku udah lupa apa yang sebelumnya aku bilang, padahal keren.
hehehe.
oke.
back to main topic.
istana kartu ku roboh lagi.
aku harus nyari partner baru, yang punya misi dan visi yang sama, yang sama gilanya sama aku (kalo yg ini, kayaknya bakal susah banget dicari)
sebagian otakku blg inilah saatnya buat berhenti cha.
tapi sebagian lagi bilang, lah, bukannya tadi bilang, kalo jatuh, berdiri aja lagi. jadi, buat apa menyerah?
inikah orang yang ngomong kata2 keren diatas?
gitu.
jadi yang menang ya sisi optimis.
lagipula, bukankah pengecut namanya, untuk lari dari mimpi sendiri?
impian yang udah selangkah didepan mata, harus hancur lagi.
rasanya kayak ngebuat istana dari kartu, pas udah selesai fondasinya, robohlah dia.
hiks.sedih.
harus mulai semuanya dari awal lagi.
kehilangan orang yg dianggap sepaham, my partner in crime.
yaah, we dont share the same dream anymore.
hhhh. dia udah dewasa.
aku bilang gini loh kedia
"tau gak, apa perbedaan anak-anak dengan orang dewasa?"
"apa?"
"anak-anak membuat impian mereka terdengar sederhana.membuat mimpi mereka terasa bisa dijangkau. sementara orang dewasa membuat impian mereka rumit dan membuat berbagai cara yang mereka sebut perencanaan untuk mewujudkan mimpi mereka. untuk kemudian menyadari bahwa impian mereka terlalu muluk dan sulit dicapai. kemudian mereka merendahkan impiannya sedikit demi sedikit, menuju titik yang mereka sebut realistis."
"........"
kereeeen. kadang-kadang aku heran dan takjub sama kata-kata yang keluar dari mulutku sendiri,
soalnya kadang-kadang otak sama mulut aku gak sinkron, mulutku suka bilang kata-kata yang aku sendiri kaget sama apa yang dibilangnya. sering terjadi, aku nyuruh orang ngulang apa yang aku bilang sebelumnya, bukan karena aku mau ngecek mereka nyimak, tapi karena aku udah lupa apa yang sebelumnya aku bilang, padahal keren.
hehehe.
oke.
back to main topic.
istana kartu ku roboh lagi.
aku harus nyari partner baru, yang punya misi dan visi yang sama, yang sama gilanya sama aku (kalo yg ini, kayaknya bakal susah banget dicari)
sebagian otakku blg inilah saatnya buat berhenti cha.
tapi sebagian lagi bilang, lah, bukannya tadi bilang, kalo jatuh, berdiri aja lagi. jadi, buat apa menyerah?
inikah orang yang ngomong kata2 keren diatas?
gitu.
jadi yang menang ya sisi optimis.
lagipula, bukankah pengecut namanya, untuk lari dari mimpi sendiri?
Langganan:
Postingan (Atom)